Rabu, 04 Maret 2015

pengertian ayam broiler


Pengertian Ayam Broiler ( Ras Pedaging )

    Pengertian Ayam Broiler adalah jenis ayam ras unggul hasil persilangan antara bangsa ayam cornish dari Inggris dengan ayam white play mounth Rock dari Ameirka (Sregar dan Sabrani, 1980).
Pengertian Ayam Broiler Menurut Anggorodi (1985) Ayam broiler adalah ayam pedaging yang dipelihara hingga 6 sampai 13 minggu dengan bobot hidup dapat mencapai 1,5 kg pada umur 6 minggu.
Ayam broiler merupakan ternak yang paling efisien menghasilkan daging dibandingkan ayam yang lain. Ayam ini mempunyai sifat antara lain ukuran badan besar penuh daging yang berlemak, bergerak lambat serta pertumbuhan badannya cepat (Suroprawiro, 1980) dengan daging yang dihasilkan bertekstur halus, lembut dan empuk ( Siregar at al, 1980) Rasyaf (1994) ( menyatakan bahwa pemeliharaan broiler terbagi dalam dua periode pemeliharaan akhir (Dinishe), periode pemeliharaan awal ini dimulai dari umur satu sampai tiga minggu dan periode pemeliharana akhir adalah setalah umur lebih dari 3 minggu.
Pengertian Ayam Broiler adalah istilah yang biasa dipakai untuk menyebut ayam hasil budidaya teknologi peternakan yang memiliki karakteristik ekonomi dengan ciri khas pertumbuhan yang cepat, sebagai penghasil daging dengan konversi pakan rendah dan siap dipotong pada usia yang relatif muda. Pada umumnya broiler ini siap panen pada usia 28-45 hari dengan berat badan 1,2-1,9 kg/ekor (Priyatno, 2000).
Menurut Haberman (1956 ) Broiler adalah ternak ayam yang paling ekonomis bila dibandingkan dengan ternak lain .Keceptan produksi daging ayam broiler mempunyai kelebihan .Dalam waktu relatif cepat dan singkat daging ayam bisa segera di peroleh , dipasarkan atau di komsumsi paling lama usia potong 12 minggu .
menurut Winter dan Funk (1960) Broiler adalah ternak ayam yang cepat pertumbuhanya ,ekonomis dalam pengolahan ,sehingga bisa memberi kepuasan konsumen.


pengertian ayam dan ciri-cirinya

Pengertian Ayam Dan Ciri-Cirinya

Ayam termasuk aves (hewan bersayap) yang telah didomestikasi oleh manusia untuk dimanfaatkan daging maupun telurnya. Ayam tersebut berasal dari keturunan dari salah satu subspesies ayam hutan yang banyak dikenal sebagai ayam hutan merah atau ayam bangkiwa (bankiva fowl). Ayam umumnya dapat di kawin silangkan dengan kerabat dekatnya seperti ayam hutan hijau yang menghasilkan hibrida mandul yang jantannya dikenal sebagai ayam bekisar. 

Ayam termasuk hewan yang mudah beradaptasi disembarang tempat, asalkan ketersediaan makanan melimpah. Ayam yang telah didomestikasi saat ini mudah untuk dijinakkan sehingga memudahkan dalam pemeliharaan. Ciri unik dari ayam adalah pada sistem perkelaminnannya yang diatur oleh sistem hormon. Apabila terjadi gangguan pada fungsi fisiologi tubuhnya, maka ayam betina dapat berganti kelamin menjadi jantan karena ayam dewasa masih memiliki ovotestis yang dorman (tidak bergerak) dan sewaktu-waktu dapat aktif kembali.
Ciri-Ciri Umum Ayam Adalah :

Ayam Jantan 
  • Berukuran lebih besar dari ayam betina
  • Memiliki Jalu panjang, 
  • Memiliki Jengger lebih besar,
  • Bulu Ekornya panjang dan menjuntai

Ayam Betina
  • Berukuran kecil, 
  • Memiliki Jalu pendek, terkadang tidak memiliki jalu
  • Memiliki Jengger kecil
  • Bulu ekor pendek

Jenis-Jenis Ayam Berdasarkan
Fungsinya

Banyaknya keturuanan ayam yang populer umumnya dipelihara atau diternakkan untuk diambil daging dan telurnya. Berdasarkan hal tersebut ayam dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan produktivitas dan fungsinya, yang dicirikan sebagai berikut :

1. Ayam Petelur


  • Bobot relatif kecil
  • Seksualitas baik
  • Mulai Bertelur 5-6 bulan
  • Memiliki lemak yang sedikit 
Contoh ayam petelur adalah Leghorn, Minorca, Ancona, Fayoumi, Lohmann

2. Ciri-Ciri Ayam Pedaging
  • Bobot relatif besar
  • Membutuhkan asupan makanan yang tinggi
  • Pertumbuhan sangat cepat
  • Mengandung banyak lemak pada tubuhnya
Contoh ayam pedaging adalah starbro, plymouth rock, cornish, sussex
          
3. Ciri-Ciri Ayam Dwiguna (Petelur dan Pedaging)
  • Memiliki ukuran bobot relatif sedang
  • Induk betina memiliki kecenderungan untuk mengerami telur
  • Pertumbuhan sangat baik
Contoh ayam dwiguna adalah Rhode Island Red, Australorp, New Hampshire


syarat-syarat kandang yang sehat

Syarat-syarat kandang yang sehat

1. Kandang terkena cahaya matahari pagi sehingga tidak terlalu lembab dan dapat membantu pertumbuhan ayam.
2. Kandang mempunyai fentilasi udara yang baik agar udara didalam kandang tetap segar.
3. Lantai kandang harus rutin dibersihkan,jangan sampai ada kotoran yang menumpuk.
4. Luas kandang harus susuai dengan jumlah ayam yang berada didalam kandang.
5. Disamping tempat makan dan minum harus tersedia tempat tenggeran ayam,baik untuk anak ayam maupun untuk ayam dewasa karena ayam adalah hewan jenis burung jadi lebih suka bertengger untuk tidur.
6. untuk kandang model panggung Lantai kandang harus ditinggikan dari dasar tanah untuk mengurangi hawa dingin dari tanah (mengurangi kelembaban).
7. Untuk kandang model lantai dari litter / memanfaatkan scam padi / limbah dari selep padi, secam harus diganti jika sudah terlalu kotor dan tak mungkin di tambah lagi secamnya.
Semua ini harus betul-betul diperhatikan karena akan berpengaruh pada kesehatan ayam.
model kandang bertingkat dimana pada bagian atas dipergunakan untuk anak ayam umur sehari sampai berumur tiga bulan.Posisi kandang menghadap Matahari terbit atau menyamping kearah Matahari pagi.
Kandang tipe panggung Untuk menjaga kandang dari kelembaban tanah,kandang harus ditinggikan minimal 50 cm dari tanah dan untuk menghindari pelapukkan dan dari binatang rayap untuk itu kaki kandang harus diberi alas dengan kaleng / ember yang dicor dengan semen.
Kandang mempunyai ventilasi udara yang baik agar ayam selalu mendapatkan udara yang bersih,Dinding kandang yang berongga berfungsi sebagai fentilasi udara.
Setiap petak kandang harus dibuatkan tempat tenggeran ayam baik untuk anak ayam ataupun untuk ayam dewasa.Karena ayam adalah sejenis burung yang suka bertengger.
lantai dasar kandang yang dibuat berongga agar kotoran ayam jatuh dan kandang tetap bersih.Lantai seperti ini dipergunakan untuk ayam yang sudah berumur tiga bulan.
kandang ayam untuk lancuran,tempat makannya dibuat diluar kandang dengan ketinggian normal 50 cm dan bagian depan kandang diberi kayu ring agar ayam aman dari gangguan luar.Untuk kandang seperti ini tempat minumnya digantungkan dari dalam dan lebih bagusnya dibuatkan juga disamping tempat makannya.
Untuk kandang lancuran lebih aman menggunakan kayu ring dibagian depannya dan jangan mempergunakan kawat karena akan merusak paruh ayam.Jika mempergunakan jaring tali pada bagian depannya akan membahayakan lancuran jika ada ayam lain yang datang dan bertarung dibalik jaring.Ukuran standar untuk kandang ayam lancuran adalah P.100 cm x L.100 cm x T.80 cm agar ayam bebas bergerak untuk mengepakkan sayapnya.
kandang Box untuk anak ayam umur sehari sampai berumur 2 bulan.Ukuran kandang harus agak lebar agar anak ayam bebas bermain.Ukuran kandang sebaiknya = P.120 cm x L.100 cm x T.70 cm untuk 10 ekor anak ayam maksimal 15 ekor anak ayam.Untuk kandang anak ayam ini sebaiknya lantai diberi skam / brambut padi agar kandang tetap kering dan sangat digemari oleh anak ayam serta akan membuat kaki anak ayam menjadi halus/tidak akan mengakibatkan luka/cacat pada kaki anak ayam.
Anak ayam yang baru menetas langsung dipisahkan dari induknya dan diberi lampu pijar sebagai pemanas ganti induknya.Pasang lampu pijar 60 watt sampai anak ayam berumur 2 minggu setelah itu lampu diganti dengan 40 watt.
Setelah anak ayam berumur satu minggu pemberian makan dan minumnya mulai digantung setinggi leher anak ayam agar ayamnya kelak mempunyai kuda-kuda kaki yang kokoh,akan kuat mendorong lawan dan akan membentuk body ayam yang sempurna sebagai petarung.
Semakin besar dan tinggi anak ayam diiringi juga dengan semakin dinaikkan/
ditinggikan juakan dan minumnya.

cara untuk menjaga kebersihan kandang

Cara Untuk menjaga kebersihan kandang


        Untuk menjaga Kebersihan Sanitasi atau kandang ternak dengan mencampurkanlarutan EM4 dan molase / gula dengan air, dengan perbandingan 1 : 1 : 100. kemudian di diamkan selama 2 (dua) hari agar terjadi proses fermentasi.Semprotkan larutan tersebut pada kandang ternak dengan dosis 1 – 2 liter per meter persegi luasan kandang. Penggunaan larutan EM4 yang telah di fermentasi dengan molase/ gula tidak boleh lebih dari 3 (tiga) bulan. Dan untuk alas tidurserta  menekan bau dari becek pada alas kandang, tebarkan EM-Bikashi serbuk gergaji pada alas kandang ternak dengan dosis 50 – 100 gr/ m2.

Sabtu, 28 Februari 2015

penyakit-penyakit yang biasanya menyerang ayam

Penyakit-penyakit yang biasanya menyerang ayam

1. Tungau (Kutuan)
Gejala-gejala penyakit ini adalah ayam gelisah, sering mematuk-matuk dan mengibaskan bulu karena gatal, nafsu makan turun, pucat, dan kurus. Adapun cara pengendaliannya adalah :

Sanitasi Lingkungan kandang ayam yang baik, pisahkan ayam yang sakit dengan yang sehat
Gunakanlah karbonat servin dengan konsentrasi 0,15 persen yang diencerkan dengan air kemudian disemprotkan menggunakan karbonat servin dengan konsentrasi 0,15 persen yang diencerkan dengan air kemudian di semprotkan ke tubuh ayam.
Fumigasi atau pengasapan menggunakan insektisida yang mudah menguap seperti Nocotine sulfat atau Black Leaf 40.


2. Tetelo (Newcastle Disease)
Penyakit ini disebabkan oleh virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejala-gejalanya adalah ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare, dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1-2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir, dan ayam berputar-putar hingga akhirnya mati.

Ayam yang terserang tetelo harus segera dipisah karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini sehingga untuk mengurangi kematian maka ayam yang masih sehat harus divaksin ulang. Lantai kandang juga harus dijaga agar tetap kering

3. Gumboro (infectious Bursal Disease)
Ini adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh ayam broiler yang disebabkan virus golongan Reovirus. Gejalanya diawali hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan di sekitar dubur, diare, dan tubuh bergetar-getar.

Tetelo sering menyerang ayam pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung adalah melalui kotoran dan penularan tidak langsung melalui pakan, air minum, dan peralatan yang tercemar.

Belum ada obat yang dapat menyembuhkan tetelo. Yang dapat dilakukan adalah pencegahan denganvaksin Gumboro.

4. Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease)
Ini adalah infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum. Gejala-gejalanya antara lain ayam sering bersin, ingus keluar lewat hidung, dan ngorok saat bernafas.

Jika menyerang ayam muda, penyakit ini menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk, dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-putihan. Penularannya terjadi melalui pernafasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatannya dapat dilakukan dengan bat-obatan yang sesuai.

5. Berak Kapur (Pullorum)
Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Kematian dapat terjadi pada hari keempat setelah infeksi.

Penularan berak kapur terjadi melalui kotoran. Pengobatannya pun belum dapat memberikan hasil yang memuaskan. Anda sebaiknya melakukan pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.

 6. PHS (Pulmonary Hypertension Syndrome)
PHS yang kemudian diikuti dengan ascites merupakan salah satu penyebab kerugian dalam industri peternakan. PHS biasanya disebut ascites. Penyebab utamanya adalah meningkatnya tekanan hidrostatis intravaskuler dan gagalnya ventricular kanan. Sebagai akibat dari meningkatnya tekanan, transudate pun keluar dari pembuluh darah dan terakumulasi di dalam rongga abdominal.

Terjadinya gagal jantung pada ayam broiler muda sehat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk seleksi genetik untuk pertumbuhan cepat, efisiensi pakan yng tinggi dan besarnya proporsi otot dada. Semua ini membutuhkan oksigen yang tinggi.

Ayam yang menderita PHS memiliki berat rendah, hematokrit tinggi, konsentrasi GSH (tokoferol dan glutatonin) pada hati, dan jaringan paru-paru rendah. Tekanan oksidasi ditandai meningkatnya plasma lemak peroksida dan rendahnya oksidasi GSH di dalam hati dan eritrosit.

Hasil penilitian mengindikasikan bahwa vitamin E implantasi efektif dapat mengurangi kematian karena kasus PHS pada ayam broiler. Sedangkan suplemen vitamin E dalam pakan tidak memberikan efek terhadap performa dan kematian ayam.

Tingginya pemberian vitamin E dalam pakan yang bersinergi dengan suplementasi selenium dapat melindungi membran dalam melawan oksidasi yang disebabkan oleh hypoxia atau acidosis dan membantu memelihara performa pada pertumbuhan ayam broiler untuk melindungi dari kasus PHS. Tujuannya untuk menentukan efek dari pemberian level vitamin E dan dua jenis selenium (organik dan inorganik) yang tinggi terhadap kasus PHS, serum GSH-Px, gas darah, elektrolisis dan performance pertumbuhan pada kondisi stres dingin di ayam broiler.

7. Bubble Foot
Penyakit ayam yang sering terjadi pada organ kaki ini dikenal dengan istilah bumble foot disease. Penyakit ini semula disebabkan oleh infeksi pada bagian kaki. biasanya buble foot sering ditemukan di peternakan ayam breeder ataupun layer, terutama pada ayam yang berusia 25-40 minggu.

Penyakit bumble foot dapat dikategorikan ke dalam tiga tahap, yaitu:

Luka pada dampal kaki ayam dan tanda kemerahan timbul dalam beberapa waktu ke depan. Tahap ini bisa diatasi dengan pemberian krim pada kaki ayam.
Bagian merah di kaki ayam semakin meluas. Akibatnya, kaki ayam menjadi tidak stabil. Tahap ini bisa diatasi dengan penggunaan antibiotik.
Muncul bumble foot dengan ukuran yang lebih besar sehingga bisa mengakibatkan ayam lumpuh dan jika tidak ditangani dari awal akan mengakibatkan kematian.


Akibat-akibat dari penyakit bumble foot adalah berat badan ayam menurun drastis pada 1-2 minggu sejak munculnya infeksi, tidak nafsu makan, kaki ayam tidak bisa berfungsi dengan baik (pincang), dan ayam terancam tidak produktif. Sedangkan

Untuk pencegahan, hindarkanlah ayam supaya tidak terluka, terutama jika ayam berada di kandang yang menggunakan kayu, bambu, atau kawat. jangan sampai ada bagian benda tajam di sekitar lahan yang ditempati oleh ayam. Benda tajam adalah musuh utama ayam.

Jika kandang ayam broiler yang anda pelihara menggunakan serbuk gergaji untuk alas (sebagai pengganti sekam), tilitilah kualitas serbuk gergaji tersebut, jangan sampai banyak potongan kayu kecil yang tajam. Namun jika ayam mulai terserang penyakit ini, pisahkanlah ayam ke kandang terpisah untuk dikarantina.

Ketika ayam sudah dipisahkan di kandang karantina, lakukanlah penyuntikan secara berkala atau setiap hari sela satu minggu kemudia istirahatkan selama seminggu. Ulangilah penyuntikan antibiotik selama tujuh hari. Antibiotik ini bisa anda peroleh di poultry shop, Misalnya anda menggunakan Tinisol Gentamicyn, Medoxyl LA, Penstrep, dan lain-lain.